Dorong Penggunaan BBG, Pertamina: 35 SPBG Dalam Tahap Pembangunan

Rimanews – Saat ini, pemerintah memperbanyak kegiatan sosialisasi kepada masyarakat tentang penggunaan bahan bakar gas (BBG) sebagi alternatif bahan bakar lain kendaraan. Untuk mendukung langkah tersebut, PT Pertamina berkomitmen untuk membangun sekitar 35 stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) tahun ini. Baca Juga Tahun Depan Peluang Harga BBM Naik 50:50 Minyak Indonesia Hanya Cukup untuk 12 Tahun Lagi Truk Tangki Pertamina Meledak, 2 Tewas “Saat ini 35 SPBG masih dalam pembangunan. Sedangkan di Jakarta sudah ada 9 SPBG dengan kapasitas 30 kiloliter”, ungkap Ryrien Maris, Asisten Manager Energi Baru dan Terbarukan PT Pertamina, seperti dilansir dalam situs ekon.go.id , hari Selasa (15/03/16). Ryrien menambahkan 4 SBG tambahan tersebut lokasinya berada di Bekasi, Karawang, Surabaya dan Prabumulih. Sehingga total SPBG yang dimiliki pemerintah berjumlah 53 unit. Tahun ini Pertamina juga siap mendistribusikan 1000 converter kit secara gratis untuk kendaraan umum (taksi) dan kendaraan dinas pemerintah. Pendistribusian dikhususkan di tiga wilayah yaitu Jakarta sebanyak 600 unit, Bogor 100 unit dan Bekasi/Subang sebanyak 150 unit. “Saat ini pemerintah tengah mendorong untuk melakukan pengadaan converter kit. Serta mempercepat pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) di berbagai wilayah”, ujar Asisten Deputi Produktivitas Energi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Andi Novianto, saat menjadi moderator Sosialisasi Penggunaan BBG, di Kantor Kemenko Perekonomian. Terkait dengan pengembangan infrastruktur, Kepala Seksi Keteknikan Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Kementerian Energi dan Sumber Daya (ESDM), Antoni Irianto, menjelaskan bahwa perlu koordinasi cepat lintas kementerian yaitu Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Perhubungan dan Kementerian Perindustrian. “Kita masih ada gas yang cukup banyak, pertumbuhan masih sekitar rata-rata 2 persen untuk gas bumi. Kita mulai diversifikasi untuk CGN ( Compact Natural Gas ) dahulu”, jelas Antoni. Menurut Antoni, jika dibandingkan dengan BBM lain, CGN memiliki beberapa keunggulan yaitu lebih ramah lingkungan, harga lebih murah, memiliki Angka Oktan 120, pembakaran yang lebih sempurna dan kadar emisi yang lebih rendah atau 1/3 emisi BBM. Pada kesempatan yang sama Direktur PT Gagas Energi Indonesia Danny Praditya, mengharapkan bahwa tahun 2017, pemerintah mengalokasikan 500 converter kit di setiap SPBG. Hal tersebut dalam upaya pengembangan pasar BBG dan stimulan untuk pengguna bahan bakar alternatif ini. Berdasarkan tinjauan langsung PT Gagas Energi Indonesia di lapangan, Danny mengungkapkan bahwa BBG mendapatkan sambutan positif khususnya bagi para pengemudi angkutan umum. “Dari sisi pengguna akhir, khususnya pengemudi angkutan umum, BBG bisa memberikan benefit yang cukup baik. Ongkos pembelian bahan bakar bisa dipangkas hampir setengahnya”, sambung Danny. Kedepannya diharapkan pemerintah terus melakukan sosialisasi perihal penggunaan BBG agar meluruskan persepsi masyarakat yang salah perihal penggunaan BBG. Utamanya butuh upaya tidak hanya pemerintah maupun instansi terkait agar mandatori penggunaan BBG bisa berjalan dengan baik. Langkah ini, sesuai dengan dengan pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2015 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga BBG untuk Transportasi Jalan yang diterbitkan 2 November 2015. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : SPBG , Energy , Converter kit , pertamina , ESDM , bisnis , Ekonomi

Sumber: RimaNews