Isu Skandal Perebutan Tuan Rumah Piala Dunia, Tampar Wajah FIFA

RIMANEWS (3/6) – Presiden UEFA Michel Platini pada Selasa mengecam surat kabar Inggris yang berniat “menodai” reputasinya, dengan menggambarkan dirinya terlibat klaim-klaim korupsi terhadap upaya Qatar untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia. “Saya tidak lagi terkejut dengan menyebarnya rumor-rumor tidak berdasar yang ditujukan untuk menodai citra saya pada momen penting untuk masa depan sepak bola.” “Tidak ada lagi yang mengejutkan saya,” kata ketua sepak bola Eropa itu. The Daily Telegraph menuding bahwa legenda sepak bola Prancis itu mengadakan “pertemuan rahasia” dengan Mohamed bin Hammam, sosok kontroversial asal Qatar yang dituding melakukan penyuapan untuk mengamankan dukungan agar negaranya bisa menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Surat kabar itu mengatakan bahwa Platini, yang mungkin akan menantang Sepp Blatter untuk memperebutkan kursi presiden FIFA pada tahun depan, mengadakan pembicaraan-pembicaraan pribadi dengan Bin Hammam “tidak lama setelah FIFA memenangkan Qatar untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.” Disebutkan bahwa mantan wakil presiden FIFA itu “secara pribadi melobi Tuan Platini untuk mendukung upaya negara kerajaan itu.” Platini mengakui bahwa dirinya menemui Bin Hammam. “Saya heran bahwa pembicaraan-pembicaraan dengan kolega di komite eksekutif FIFA pada saat itu dapat bertransformasi menjadi konspirasi negara.” “Bukti transparansi” “Saya tentu saja bertemu dengan Tuan Mohamed Bin Hammam selama beberapa kali pada 2010, di mana kami berdua merupakan anggota komite eksekutif sejak 2002.” “Pada pembicaraan-pembicaraan itu…Obyek diskusi-diskusi adalah pencalonan untuk pemilihan presiden FIFA,” tambahnya. “Faktanya Tuan Bim Hammam ingin meyakinkan saya untuk mendukungnya pada pemilihan presiden FIFA pada 2011.” Mantan pesepak bola Prancis itu mengingatkan bahwa ia merupakan satu-satunya anggota komite eksekutif FIFA yang mendeklarasikan kepada publik bahwa dirinya memberi suara untuk Qatar pada pemungutan suara yang dilakukan Desember 2010. “Itulah bukti transparansi total saya, dan tidak seorang pun yang mendikte sikap saya.” Bin Hammam diskors dari dunia sepak bola pada 2011 setelah terbukti melakukan penyuapan saat dirinya berupaya menjadi presiden FIFA. Sejak itu Qatar pun tidak mengakui sang ofisial. Intervensi Platini terjadi sehari setelah terdapat permintaan bagi FIFA untuk membuka kembali proses pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2022 yang dipicu oleh The Sunday Times. Surat kabar itu mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan semua surat, dokumen, dan transfer bank yang terkait dengan dugaan pembayaran-pembayaran Bin Hammam untuk mendukung upaya negara kerajaan itu. “Kami membantah dengan keras semua tudingan bahwa kami telah melakukan hal yang keliru,” kata komite panitia penyelenggara Piala Dunia Qatar dalam pernyataan yang dirilis pada Minggu. (rim/afp/atr/fr) Baca Juga Pemain Muda Malaysia Bersaing dengan Messi di Puskas Award 2016 Selangkah Lagi, Indonesia! Kenangan Manis Boaz di Markas Vietnam Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Qatar , media , Piala Dunia , FIFA , Olahraga , Platini , Qatar , media , Piala Dunia , FIFA , Olahraga , Platini , Qatar , media , Piala Dunia , FIFA , Olahraga , Platini

Sumber: RimaNews