Pedagang Lokal Khawatir Tergilas Keberadaan Pasar Modern

RIMANEWS-Pedagang lokal pasar tradisional di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah mulai khawatir keberadaan mereka akan tergilas pasar modern yang kini bermunculan. “Kehadiran pasar modern tentu ada pengaruhnya bagi kami. Persaingan seperti ini memang sulit dibendung karena kembalinya pada hukum pasar, tapi kami berharap pemerintah daerah memperhatikan masalah ini sejak dini agar pedagang lokal tetap bisa bertahan,” kata Rusli, salah seorang pedagang di Sampit, Minggu. Saat ini setidaknya ada lima pasar tradisional cukup besar ada di Sampit yakni Pusat Perbelanjaan Mentaya, Pasar Keramat, Pasar Berdikari dan Pasar Mangkikit. Selain menjual sembako, pasar tersebut juga menjual pakaian dan kebutuhan lain. Belakangan ini masyarakat ada pilihan tempat berbelanja lain setelah beroperasinya Barata Departemen Store di Jalan HM Arsyad dan Hypermart di Jalan Jenderal Sudirman. Bahkan 12 Juni nanti, rencananya Matahari Departemen Store juga mulai beroperasi di Borneo Mall di Jalan Jenderal Sudirman. Bermunculannya pusat perbelanjaan modern tersebut sedikit banyaknya pasti mempengaruhi jumlah pembeli di pasar tradisional karena kini masyarakat makin banyak pilihan. Untuk pembeli kalangan tertentu, mereka lebih memilih berbelanja di pusat perbelanjaan modern karena suasananya dinilai lebih nyaman karena bersih dan berpendingin ruangan. Namun bagi pembeli yang mempertimbangkan perbedaan harga, mereka tetap berbelanja di pasar tradisional karena harganya masih lebih murah. “Tapi mereka (pusat perbelanjaan modern) itu kan pedagang besar, bisa saja mereka mampu menjual harga sama atau bahkan lebih murah dari kami karena mereka punya jaringan langsung ke produsen di pulau Jawa. Kalau itu terjadi, kami makin sulit bertahan,” sahut Erma, pedagang lainnya. Pedagang berharap pemerintah daerah memerhatikan nasib pedagang lokal agar tidak sampai gulung tikar karena kalah bersaing dengan pusat perbelanjaan modern yang kini terus bermunculan. Selain membenahi pasar tradisional agar lebih nyaman, pedagang juga meminta pemerintah daerah selektif dalam memberi izin berdirinya pusat perbelanjaan modern, di antaranya dengan mempertimbangkan jarak antara lokasi pusat perbelanjaan modern yang akan didirikan, dengan pasar tradisional terdekat. Bupati Kotim, H Supian Hadi sebelumnya meyakinkan bahwa pemerintah daerah tetap memperhatikan keberadaan pedagang lokal dengan cara membenahi pasar tradisional agar makin nyaman sehingga makin menarik minat pembeli. [afk/rm/ant] Baca Juga Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Ragam , Pasar Modern , Kalimantan Tengah , pedagang lokal , Ragam , Pasar Modern , Kalimantan Tengah , pedagang lokal , Ragam , Pasar Modern , Kalimantan Tengah , pedagang lokal

Sumber: RimaNews