Aher Sebut Titik Temu sebagai Manusia Peredam Konflik Agama

Rimanews – Seluruh umat beragama harus bersatu untuk menghindari konflik agama, kata Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau Aher saat memberikan sambutan pada Konferensi Agama dan Perdamaian se-Asia di Gedung Merdeka Bandung, Rabu (03/06/2015). “Pada dasarnya setiap manusia itulah merupakan makhluk individu dan juga makhluk sosial,” kata Aher. Baca Juga JK: Masjid Harus Moderen “Perasaan Saya Hancur” Setan Jenis Baru dalam Pernikahan Menurut dia, sebagai makhluk sosial maka harus bisa berinteraksi dengan baik agar tercipta kedamaian dan harmoni dalam kehidupan. “Kemudian perbedaan agama, etnik, ras dan lainnya bisa menjadi pemicu friksi diantara sesama manusia,” kata dia. Oleh karena itu, lanjut dia, mutual respect atau rasa saling menghormati antara sesama manusia sangat penting untuk menghindari hal tersebut. Walaupun dibatasi perbedaan, lanjut dia, manusia tetaplah bisa menjadi saudara sehingga kedamaian di dunia bisa tercipta. “Tidak masalah apapun agama atau ras, kita memiliki kesamaan. Kita adalah sama-sama umat manusia, satu di dunia. Makanya saya harap kekerasan berasaskan agama harus kita hindari,” ujarnya. Pembukaan Konferensi Agama dan Perdamaian se-Asia, di Gedung Merdeka Bandung ini juga dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Presiden Asian Conference of Religions for Peace Din Syamsuddin. Konferensi Agama dan Perdamaian se-Asia ini pertama kali diadakan di singapura pada 1976. Konferensi ini berawal dari WCRP II di Leuveun, Belgia, pada bulan September 1974. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Aher , Konflik Agama , Agama , Budaya

Sumber: RimaNews