DPR Sesalkan Penghentian Kasus Novel Baswedan

Rimanews – Kejagung resmi menghentikan penuntutan kasus Novel Baswedan. Alasannya, kasus tersebut tidak memiliki cukup bukti. Selain itu, kasus tersebut kadaluarsa, lantaran kasus tersebut habis pada 18 Februari 2016. Anggota Komisi III dari Fraksi PKS Nasir Djamil menyesalkan langkah Kejagung yang menghentikan kasus tersebut. “Tapi, kalau sudah seperti itu mau bilang apa lagi,” ujar Nasir kepada Rimanews , Jakarta, Senin (22/02/2016). Baca Juga Pidie Jaya Kesulitan Alat Berat Gempa Aceh, Belasan Bangunan Roboh KPU Didesak Batalkan Agus-Sylvi karena Program Semiliar untuk RW Meski begitu, menurutnya kasus Novel bisa dilanjutkan kembali. Saat ini, kasus Novel dihentikan dengan alasan kurang bukti, oleh karena itu ia meminta kepolisian mencukupi bukti tersebut. “Kalau enggak bisa lanjutkan SP3-kan, itu kan bukan berarti ditutup. Bisa saja diungkit lagi dan mungkin kasus ini sudah lama juga dan bukti susah di dapat,” katanya. Ia menekankan, Kepolisian harus segera berkoordinasi dengan Kejaksaan, apabila tetap ingin melanjutkan kasus Novel. “Kalau memang serius ingin menanganinya harus ada bukti baru,” katanya. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Novel Baswedan , hukum , Nasional

Sumber: RimaNews