Babak 1: Gagal Redam Boaz, Gresik Tertinggal dari Borneo FC

Metrotvnews.com, Makassar: Pusamania Borneo FC tak keliru merekrut Boaz Solossa dari Persipura Jayapura. Berkat kehadiran Boaz di lini depan, performa Borneo FC jadi lebih tajam. Setidaknya hal itu terlihat saat Borneo FC melawan Gresik United pada lanjutan Grup D Piala Presiden 2015 di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Jumat 4 September. Boaz begitu dominan di lini depan. Melalui pergerakannya, Borneo FC kerap mendapatkan peluang-peluang emas mencetak gol. Gol kedua yang diciptakan Borneo pada laga ini tak lepas dari kehebatan Boaz meliuk-liuk di pertahanan lawan. Baca juga Presiden Terima Panitia Pelaksana Turnamen Piala Presiden 2015 Turnamen Piala Presiden Sisakan Dana Rp1,5 M Ternyata, Bayaran Pemain di Piala Presiden Bermasalah Brandconnect Mengenal Lebih Dekat Penjara Tasmania di Hobart Namun sebelum gol itu terjadi, Borneo FC lebih dulu unggul pada laga ini Srdan Lopicic memasukkan bola ke dalam gawang melalui titik penalti. Hadiah penalti didapat Borneo usai kiper Gresik, M Ridwan melanggar Hasan Basri di kotak terlarang. Gersik berusaha bangkit setelah itu. Mengandalkan Herman Dzumafo di lini depan, Gresik yang dilatih Liestiadi mencoba menekan pertahanan Borneo FC melalui serangan dari sisi sayap. Setelah berkali-kali melancarkan serangan, Gresik akhirnya mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-17. Blunder kiper Borneo FC mengawali gol yang dicetak oleh Fitra Ridwan ketika itu. Kejadian berawal dari upaya Galih untuk menyapu bola ke luar kotak penalti. Namun, ia terlalu lama meneguasai bola sehingga mendapat tekanan dari Dzumafo. Pada situasi kritis, Galih akhirnya berhasil menendang bola sebelum direbut Dzumafo. Nahas, sepakannya tidak keras sehingga berhasil diambil oleh pemain Gresik, M. Kamri. Tak lama kemudian, Kamri memberikan umpan kepada Fitra yang berdiri bebas di dalam kotak penalti. Melalui sepakan pelan, Fitra mampu memasukkan bola dan mengelabui dua bek Borneo yang sudah menjaga gawang. Borneo seakan tersengat dengan gol itu. Buktinya Boaz dkk mulai melakukan serangan bertubi-tubi dan tak membiarkan pemain-pemain Gresik lama memegang bola. Serangan-serangan Borneo akhirnya membuat para pemain bertahan Gresik panik. Dalam satu kesempatan, organisasi pertahanan Gresik berantakan sehingga membiarkan Boaz leluasa mengontrol bola di dalam kotak penalti. Tanpa kawalan berarti, striker berusia 28 tahun itu jadi muda memberikan umpan matang kepada Terens Puhiri yang sudah menunggu di depan gawang. Borneo berusaha menambah gol pada sisa babak pertama. Namun sejumlah peluang terbuang sia-sia karena Jajang Mulyana dkk tak mampu menempatkan bola tepat ke arah gawang. (HIL)

Sumber: MetroTVNews