Ejek Buruh JICT Antek Komunis, Pengacara RJ Lino Dipolisikan

Rimanews – Pernyataan pengacara Dirut Pelindo II, Richard Joost (RJ) Lino, Frederich Yunadi melukai hati 800 pekerja Jakarta International Container Terminal (JICT). Ratusan buruh Pelabuhan Tanjung Priok tersebut disebut sebagai antek-antek komunis. Tak terima, Ketua Serikat Pekerja (SP) JICT Nova Hakim didampingi pengacara Malik Bawazir melaporkan Frederich ke Bareskrim Polri, Kamis (8/10/2015). Malik menjelaskan, Fredrich Yunadi mencap Serikat Pekerja JICT sebagai komunis karena menuntut transparansi perpanjangan konsesi JICT kepada asing Hutchison Port oleh Lino. Baca Juga Korban Gempa Pidie, Satu Meninggal Puluhan Luka-Luka Pidie Jaya Kesulitan Alat Berat Gempa Aceh, Belasan Bangunan Roboh “Bahwa sesuai UU Advokat maka Advokat itu officium nobile (Mulia), jadi tentunya wajib untuk bisa bertutur kata secara baik dan berbobot serta berkualitas dalam melaksanakan profesinya,” Malik, sambil memperlihatkan pernyataan Frederich di berbagai media online sebagai bukti laporan. Malik menegaskan jelas dalam kasus dugaan tindak pidana yang telah dilaporkan sekarang ini, konsekuensinya hukuman pidana. Menurut dia, terlapor sebagai pengacara seharusnya menerapkan prinsip-prinsip kehati-hatian dalam berbicara di muka publik. “Tidak dibenarkan bagi seorang advokat bertutur kata tendensius yang bersifat fitnah dan penghinaan baik bagi orang lain maupun sekelompok orang,” tandas kuasa hukum SP JICT itu. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : RJ Lino , antek komunis , JICT , hukum , Nasional

Sumber: RimaNews