Geledah RSUD, Penyidik Kejari Segel Alkes

RIMANEWS-Tim penyidik pidana khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) melakukan penyegelan terhadap salah satu alat kesehatan (Alkes), saat melakukan penggeledahan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) DR Rasidin Padang. “Penggeledahan dilakukan untuk menindaklanjuti dugaan korupsi di rumah sakit itu. Dari penggeledahan yang dilakukan, penyidik menyegel sebuah alkes yaitu alat pencuci darah,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Padang, Alamsyah yang ikut serta dalam melakukan penggeledahan, di Padang, Selasa (8/7). Penyegelan, lanjutnya, karena alat cuci darah tersebut berkaitan dengan kasus dugaan korupsi yang tengah disidik oleh Kejari. Sehingga dilakukan penyegelan untuk mengamankan, dan mempermudah penyidik dalam memproses. Selain melakukan penyegelan, penyidik juga tampak menyita beberapa dokumen yang diperlukan untuk proses penyidikan. Sedangkan tentang penetapan tersangka, Alamsyah mengatakan pihaknya belum menetapkan satu nama pun sebagai tersangka. “Kami telah memeriksa sebanyak 20 orang saksi. Namun untuk tersangka belum ada yang ditetapkan,” katanya. Sedangkan Direktur Utama RSUD Dr Rasidin Padang, Artati Surayani, yang dikonfirmasi usai penggeledahan, tidak membenarkan penyegelan itu. Ia mengatakan alat pencuci darah itu memang belum pernah dioperasikan sejak pengadaan pada 2012. Hal itu dikarenakan untuk pengoperasian alat tersebut diperlukan beberapa persyaratan teknis, dan administrasi. “Untuk mengoperasikan alat itu perlu beberapa sarat seperti ruangan, dan lainnya. Sedangkan saat pengadaan, syarat tersebut belum dipenuhi,” katanya. Ia juga tidak menampik jika pengadaan alat kesehatan yang tanpa perencanaan itu, hingga mejadi mubazir. “Memang seharusnya sebelum pengadaan harus diperhatikan syarat terlebih dahulu, sehingga alat dapat dipergunakan saat telah ada. Tapi saya tidak tahu lebih jelas tentang itu, karena saat perencanaan pengadaan direkturnya belum saya,” katanya. Sebelumnya, pihak Kejari telah memeriksa sebanyak 15 orang sebagai saksi. Salah seorang dari mereka adalah Direktur Utama (Dirut) RSUD Dr Rasidin Padang, Artati Suryani. Pemerosesan dugaan kasus korupsi di RSUD itu berawal dari laporan masyarakat. Laporan diterima pada awal 2014. Dalam laporan tersebut disebutkan, jika diduga telah terjadi penyelewengan dana pengadaan alkes yang diperuntukkan bagi rumah sakit tersebut pada 2012. Dana untuk pengadaan itu berasal dari Kementerian Kesehatan RI, dengan anggaran sebesar Rp65 miliar. Alamsyah menegaskan, jika pihak Kejari akan menyelesaikan permasalahan itu hingga tuntas dan mendapatkan status hukum yang tetap.[ach/rm] Baca Juga Pembubaran Kegiatan Natal di Bandung Tragedi Intoleransi Kader Mendukung Anies-Sandi, PDIP Dinilai Tetap Solid Beban Moral Partai NasDem Menangkan Ahok Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Polhukam , RSUD , Alkes , Polhukam , RSUD , Alkes

Sumber: RimaNews