Legalkan Balap Liar, Ahok Ingin Jalanan Disterilkan dari PKL

Rimanews – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tidak menepis dengan adanya sirkuit balap dadakan di tengah kota akan membuat riuh warga. Tak pelak saat itu juga sirkuit bakal dipenuhi para pedagang kaki lima (PKL). Karena itu dia mengaku masih menunggu kajian pihak Kepolisian sebagai pihak yang mewacanakan legalisasi balap liar di Jakarta. “PKL pasti terjadi nih dimana-mana, tapi yang penting gak nutupin jalan, kayak pasar malam aja yang penting masih bisa dilewatin orang. Makanya Polisi akan membuat laporan dulu untuk kajiannya,” terang Ahok sapaan karibnya di Balai Kota Jakarta, Kamis (14/1/2016). Baca Juga Lokasi sidang Ahok dipindah karena alasan keamanan Loyalis Anas merapat ke Hanura, Demokrat cuek Jembatan Purbaleunyi Km 100 bergeser, lalin dialihkan Paling tidak, sambung Ahok, dia menginginkan agar pelaksanaan balap liar jadi resmi itu dilakukan dengan mensetrilisasi dulu ruas jalan. “Ya mirip-mirip CFD (car free day) lah,” ungkapnya. Setidaknya ada tiga ruas jalan yang dirilir Kepolisian untuk diselenggarakannya balap tersebut. Antara lain, Jalan Benyamin Sueb di Kemayoran, Jalan Asia Afrika, dan kawasan seputar Taman Mini Indonesia Indah. Wilayah lainnya akan disesuaikan setelah melihat kondisi jalan untuk balapan. “Kami mencoba mengakomodasi terhadap fenomena yang dilakukan remaja dengan melakukan balapan di jalan, atau istilahnya balap liar,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Risyapudin beberapa waktu lalu. Setelah melakukan rapat dengan pemangku kepentingan tersebut, nantinya sebuah wadah akan dibentuk, berupa organisasi yang menaungi pembalap liar. Salah satu langkahnya adalah membuat balapan resmi pada pertengahan Februari 2016 di beberapa jalan yang kerap dijadikan tempat balap liar. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) , Balap Liar , politik , Nasional

Sumber: RimaNews