PSM Keok di Kandang

, Makassar – PSM Makassar harus mengakui kekuatan lawannya, Semen Padang dalam laga lanjutan Indonesian Premier League (IPL). Bermain di stadion Mattoangin Gelora Andi Mattalatta, Ahad 5 Mei 2013 malam, tim Ayam Jantan dari Timur dipaksa menyerah 0-1. Gol tunggal diciptakan pemain Kabau Sirah, Edward Wilson di menit 49. Hasil tersebut mengakhiri rekor kandang PSM. Sejak kompetisi IPL musim lalu, tim asuhan Petar Segrt tidak pernah kalah di sebelas pertandingan kandang. Sementara itu untuk Semen Padang, kemenangan tersebut memperpanjang rekor mereka yang tak terkalahkan dalam tujuh pertandingan musim ini. Pelatih PSM, Petar Segrt sejak awal menurunkan formasi 4-5-1. Ilija Spasojevic menjadi penyerang tunggal karena duetnya, M Rahmat dan Andi Oddang belum pulih dari cedera. Peran Spaso dibantu Qifly Tamara dan Kaharuddin yang bermain sebagai sayap di sisi lapangan. Spaso sekaligus menjadi pemain asing satu-satunya di starting eleven PSM. Bek Cristian Febre hanya duduk di tribun penonton karena akumulasi kartu. Sementara pemain asing lainnya, Mirko Spasojevic disimpan di bangku cadangan. Tim tamu Kabau Sirah turun dengan hampir semua pemain terbaik yang dimiliki. Duet Titus Bonai dan Edward Wilson di lini depan diturunkan sejak menit pertama untuk mengobrak-abrik pertahanan PSM. Elly Aiboy yang berperan sebagai kapten tim menjadi motor serangan di lini tengah ditemani dua legiun asing, Esteban Viscarra dan Yu Yhun Koo. Pertandingan berlangsung ketat sejak wasit Rettu S meniupkan peluit. Baru berjalan tiga menit, mantan kapten Timnas Indonesia, Wahyu Wijastanto terjatuh setelah dilanggar kapten PSM Rasyid Bakri di tengah lapangan. Demikian juga dengan pemain tuan rumah, Kaharuddin yang diganjal saat mencoba menyerang balik. Namun tidak ada kartu yang dikeluarkan wasit. Semen Padang membuka kesempatan mencetak gol di menit 19 melalui Esteban Viscarra. Memanfaatkan kesalahan bek PSM, Elly Aiboy dari sisi kiri meneruskan umpan terobosan kepada Viscara. Namun pemain nomor punggung 23 yang berada tepat di depan gawang gagal memanfaatkan peluang. Tendangannya melambung jauh ke atas mistar. Anak asuh Petar Segrt di awal pertandingan jarang menciptakan peluang di depan gawang lawan. Serangan mereka sering terhenti di lini tengah. Sebaliknya, mereka lebih sering melakukan kesalahan melalui duo bek sayap, Hendra Wijaya dan Aswar Syamsuddin. Petar sempat melancarkan protes karena sekilas terlihat Wahu melakukan hand ball. Namun wasit hanya memberi hadiah tendangan penjuru. Edward Wilson nyaris mencetak gol di masa tambahan waktu, namun kedua tim mesti rela bermain tanpa gol hingga babak pertama usai. Dua menit babak kedua dimulai, PSM membangun serangan lewat Spaso yang turun ke lapangan tengah. Namun umpan jauh gagal dimanfaatkan oleh Qifly. Tendangan semi volley dari dia melambung. Malah, dua menit kemudian atau tepatnya menit ke-49, Semen Padang berhasil mencuri gol melalui Edward Wilson. Menyambut umpan silang dari Elly Aiboy, Wilson yang berdiri bebas di kotak 16 melepaskan tendangan terarah ke sisi kiri gawang PSM. Meski bola meluncur pelan, kiper Nugrah Komang Arya tak mampu meraihnya. Bermain di hadapan kurang lebih 15 Ribu pendukung tuan rumah, tak membuat Semen Padang gentar. Mereka terus menggencarkan serangan melalui berbagai sisi. Aiboy dan kawan-kawan malah makin beringas setelah gol pertama tercipta. Di menit 59, Kaharuddin dilanggar di sisi kiri kotak penalti Semen Padang. Fandy Edy yang mengeksekusi bola mati hampir mencetak gol, namun bola mampu ditepis kiper lawan. Usai tendangan penjuru, pemain PSM protes karena salah satu pemain Padang menyentuh bola dengan tangan. Namun wasit nampaknya tak melihat kejadian itu. Pertandingan sempat dihentikan selama beberapa menit oleh wasit. Penyebabnya, sejumlah penonton di tribun terbuka menembakkan kembang api ke arah lapangan. Tim tamu kompak meninggalkan lapangan menuju bangku pemain cadangan. Pertandingan baru dilanjutkan setelah Petar Segrt mengimbau penonton tak berulah. PSM kembali menambah daya gedor dengan memasukkan penyerang I Made Dwi mengganti bek kanan Aswar Syamsuddin di menit 81. Namun tuan rumah tetap tak bisa bermain maksimal. Semen Padang terlihat lebih banyak menyerang. Skor kemenangan untuk tim tamu bertahan hingga pertandingan usai. Dengan kekalahan tersebut, PSM kini terpuruk di posisi sembilan klasemen dengan sembilan poin. Sedangkan Semen Padang bercokol di puncak klasemen dengan 19 poin, setelah sehari sebelumnya turun ke peringkat dua. PSM akan menantang lawan selanjutnya, Produta FC di kandang, 8 Mei nanti. AAN PRANATA

Sumber: Tempo.co