Tahanan LP Way Huwi yang Kabur Ditangkap di Gunung Betung

BANDAR LAMPUNG — Petugas Lembaga Pemasyarakatan (LP) Narkotika Way Huwi, Lampung Selatan, menangkap tahanannya yang melarikan diri sejak Minggu (25/12/2016). Tahanan tersebut adalah Nopi Apriadi (31) warga Jalan Danau Towuti, Kelurahan Surabaya, Kedaton, Bandar Lampung. Nopi ditangkap di tengah hutan Gunung Betung, Selasa (27/12/2016) sekitar pukul 08.00. Kepala Pengamanan LP Way Huwi, Danial menjelaskan narapidana yang telah menjalani masa tahanan selama dua tahun empat bulan itu diringkus setelah pihaknya membentuk 4 tim, yaitu tim pencarian di rumah sakit, tim di keluarga Nopi, tim ke keluarga istri, dan tim pengumpulan data. “Kami juga memeriksa temannya dalam ruang sel, karena pasti tahu kehidupannya dia. Lalu kami telesuri sampai terdeteksi HP istrinya yang aktif di wilayah Batu Putu. Kami kembangkan lagi, didapati tukang ojek yang mengantarkan Nopi. Namun, tukang ojek itu mengaku tidak mengantarkan ke gunung,” ujarnya di LP. Keterangan tersebut ditindaklanjuti dengan menelusuri Gunung Betung yang diduga tempat persembunyian Nopi. Di atas gunung, tim LP pun menemui ayah napi tersebut. Berdasarkan keterangan orang tuanya itu, Nopi sudah tidak berada di rumah lagi walaupun sehari sebelumnya sempat datang. “Ayahnya awalnya menyangkal, tetapi akhirnya mengaku jika anaknya datang, tetapi Nopi memang sudah tidak ada lagi. Kami terus mencarinya dan melihat ada gubuk di tengah hutan dan terpencil. Di sana kami temukan Nopi tidur di luar dan istrinya tidur di dalam. Tanpa perlawanan saya borgol dan hanya istrinya yang berontak,” kata Danial. Untuk istrinya, kata dia, telah dipulangkan ke rumahnya. Namun, untuk sanksi yang akan diberikan untuk napi yang kabur itu akan ditentukan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Lampung. “Istri dan anaknya kami pulangkan, karena dua anaknya masih kecil. Kalau istrinya saya bawa, yang mengurus anaknya bagaimana. Ini atas unsur kemanusiaan saja. Pasti dia ini mendapatkan sanksi, karena sudah melanggar aturan. Namun, yang terpenting dia sudah tertangkap,” ujarnya. Nopi Apriadi mengaku pelariannya itu berawal saat adanya kelengahan petugas pengawas tahanan. Di luar rumah sakit, dirinya langsung naik angkutan kota ke Kedaton dan menjemput istrinya di Jatimulyo, Lampung Selatan. “Lalu saya naik ojek ke Pesawaran mau ke tempat bapak di Gunung Betung. Saya jalan kaki dari bawah gunung sama istri dan anak. Saya mau ke tempat bapak, karena kangen sama bapak enggak pernah jenguk saya,” ujarnya tertunduk lesu. Terpisah, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Lampung, Giri Purbadi memastikan napi yang melarikan diri akan diberikan sanksi berupa tidak akan mendapat remisi, kunjungan menjadi terbatas, dan dihapuskannya hak lainnya yang harus didapatkannya. Nopi melarikan diri bersama istri dan anaknya yang tengah membesuknya saat sedang menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek (RSUDAM), Minggu (25/12) malam. Tweet Penulis : Effran Kurniawan Editor : Padli dibaca : 23415 Kali

Sumber: Lampost.co