Tidak Efisien, Standar BBM Indonesia Kalah Telak dari Negeri Jiran

RIMANEWS – Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia umumnya masih memakai tarif Research Octane Number (RON) 88 atau premium. Indonesia belum mengikuti langkah mayoritas negara global yang beralih dari RON 88. PT Pertamina (Persero) mengakui tarif tersebut menjadi salah satu faktor penghambat konversi energi dari minyak ke gas. Baca Juga Listrik dan BBM aman untuk natal dan tahun baru Pria Malaysia sembunyikan 900 gram heroin di celana dalam Solar tak naik, Pertamina mengaku rugi Harga Premium dan Solar Tetap hingga Maret 2017 Mensos Ajarkan Cara Ber-Indonesia “Di dunia ini sudah tidak ada yang pakai atau jual RON 88, hanya Indonesia saja,” ungkap Manager Media Pertamina Adiatma Sardjito. Sekarang ini, sebagian besar produsen minyak memakai standar di atas RON 90-97. Sementara itu, Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Eri Purnomohadi memberi perbandingan bahwa negara tetangga seperti Negeri Jiran sudah menerapkan standar di atas RON 92. “BBM di sana RON-nya di atas 92, baik itu 95 atau 97. Jadi tidak mengherankan jika BBM subsidi di sana adalah yang memiliki RON 95,” ungkap Eri. Perlu diketahui, RON di atas 92 sangat sesuai dengan kebutuhan mesin kendaraan yang memakai spesifikasi Euro 4. Mesin tersebut lebih efisien dan ramah lingkungan. “Di sana itu standar mesinnya EURO 4, mesin kendaraan tersebut wajib menggunakan bahan bakar dengan RON di atas 92, di Indonesia kan masih EURO 2 lebih rendah,” jelasnya. “Kalau EURO 4 yang bahan bakarnya RON 92-95 itu lebih bersih, lebih hemat, kalau EURO 2 kan kotor. Kenapa di Malaysia standarnya EURO 4? Itu karena kesepakatan pemerintah dan pelaku industri mobilnya, mereka ingin mempunyai kendaraan yang hemat, bersih dan tidak merusak lingkungan khususnya polusi udara,” pungkasnya tegas. (chus/det) Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Ekonomi , malaysia , Indonesia , energi , bbm , euro , konsumen , Mesin , Standar , Ekonomi , malaysia , Indonesia , energi , bbm , euro , konsumen , Mesin , Standar , Ekonomi , malaysia , Indonesia , energi , bbm , euro , konsumen , Mesin , Standar

Sumber: RimaNews